Pemerintah juga memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha lokal agar industri manufaktur dalam negeri mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar nasional.
"Momentum seperti Harbolnas dan Bina Diskon Lebaran membuktikan kondisi pasar dalam negeri cukup sehat. Pasar domestik juga dinilai tetap terjaga," kata Budi.
Baca Juga:
Mendag Resmikan Masjid Al-Mizan di Kampus Metrologi, Dorong Sinergi Pendidikan dan Spiritualitas
Kementerian Perdagangan mencatat sejumlah festival belanja nasional berhasil menciptakan transaksi ekonomi yang signifikan dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.
Program Friday Mubarak, misalnya, membukukan nilai transaksi hingga Rp72,3 triliun selama periode pelaksanaannya.
Capaian tersebut diikuti oleh sektor penjualan pada masa libur yang menghasilkan pendapatan sebesar Rp69,2 triliun.
Baca Juga:
Mendag Pastikan Stok Pangan Aman, Imbau Warga Tidak Panic Buying
Pemerintah optimistis tren positif konsumsi rumah tangga akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya daya saing produk dalam negeri.
Selain penguatan pasar domestik dan ekspor, Mendag juga menegaskan pentingnya program ‘UMKM BISA Ekspor’ sebagai pilar ketiga dalam menghadapi tekanan proteksionisme global.
Program ini difokuskan pada fasilitasi pelaku usaha mikro dan kecil, mulai dari peningkatan desain kemasan hingga pembenahan tata kelola usaha yang lebih modern dan profesional.