WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf tengah mengkaji pemberian bantuan sosial bagi keluarga korban tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
Kajian ini menitikberatkan pada keluarga korban yang tergolong tidak mampu atau masuk ke dalam tekanan ekonomi ketika korban menjadi tulang punggung keluarga.
Baca Juga:
Ketahuan Main Judol, 11 Ribu Penerima Bansos Langsung Dicoret Kemensos
"Kita juga akan assesment keluarga yang menjadi korban dan hasil assessment akan kita tindak lanjutin dengan dukungan-dukungan program," kata menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (28/4/2026) melansir CNBC Indonesia.
Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan Kementerian Sosial ialah memasukan keluarga korban tabrakan kereta KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL itu ke dalam program pemberdayaan.
"Mungkin dukungan pemberdayaan dan dukungan-dukungan yang lain yang diperlukan oleh keluarga korban," kata Gus Ipul.
Baca Juga:
Bansos Rp17,5 T Digelontorkan untuk 18 Juta Keluarga
Adapun untuk bantuan berupa santuan, ia tegaskan sepenuhnya menjadi tanggungan Jasa Raharja.
"Kalau itu Jasa Raharja, karena itu kecelakaan kereta api atau angkutan umum transportasi, secara umum itu asuransinya lewat Jasa Raharja," paparnya.
Adapun program bantuan dari Kementerian Sosial yang tengah dipertimbangkan ini menurutnya merupakan hasil arahan Presiden Prabowo Subianto supaya pemerintah mendukung penuh korban kecelakaan kereta api itu.