Sebanyak 30 anggota Kopassus, yang saat itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat
(RPKAD), melakukan perjalanan jarak jauh dengan melakukan penyamaran.
Para anggota Kopassus ini menggosokkan
arang ke seluruh tubuh, agar kulitnya tampak terlihat hitam, seperti warna kulit orang Afrika.
Baca Juga:
Pemerintah Siapkan Rusun untuk Prajurit Kopassus di Solo, Fokus Tingkatkan Kesejahteraan TNI
Sementara itu, ada pula prajurit
Kopassus yang menyamar sebagai seorang wanita yang memikul bakul sayuran, dan
membawa hewan ternak.
Di tengah perjalanan, para anggota
Kopassus ini mengetahui bahwa kelompok pemberontak
sangat takut dengan mitos "Hantu Putih" (Les Spiritesses).
Maka, para anggota Kopassus ini pun segera mengubah penyamaran dengan menggunakan kain putih yang bisa
mengembang bila tertiup angin.
Baca Juga:
PLTU IP Labuhan Angin Teken PKT Pengamanan dengan Mako Kopassus untuk Proyek Recovery Unit 1
Benar saja, taktik penyamaran ini
membuat para Pemberontak Simba di markasnya ketakutan.
Hanya dalam waktu setengah jam atau 30
menit, para anggota Kopassus berhasil membuat 3 ribu anggota pemberontak
menyerah dan menguasai markas mereka.
Di sisi lain, satu anggota Kopassus
hanya menderita luka ringan akibat pecahan proyektil granat.