Lantas siapakah Charles Holland Taylor?
Taylor merupakan Penasihat Khusus untuk Urusan Internasional untuk Ketua Nahdlatul Ulama (NU).
Baca Juga:
PWNU Jatim Tegaskan AHWA Harus Ditetapkan di Muktamar NU 2026
Ia dibesarkan di Eropa dan Asia, mulai dari Jerman, Iran, dan Korea Selatan. Ia merupakan ahli Islamisasi Jawa selama abad ke-15 dan ke-16.
Taylor menetap, belajar, dan bekerja mulai dari Iran hingga Indonesia, selama beberapa dekade.
Ia merupakan salah satu pendiri, ketua, dan CEO LibForAll Foundation; salah satu pendiri, wakil ketua, dan COO organisasi saudaranya, Bayt ar-Rahmah; salah satu pendiri gerakan Humanitarian Islam; dan salah satu pendiri, Wakil Ketua, dan CEO Center for Shared Civilizational Values (CSCV).
Baca Juga:
Gus Yahya Dipulihkan, PBNU Benahi Tata Kelola Organisasi
Taylor mendirikan LibForAll pada 2003 silam bersama Presiden ke-4 RI sekaligus kyai NU, KH Abdurrahman Wahid. Di bawah kepemimpinan mereka, LibForAll secara pesat menjelma menjadi LSM terkemuka yang mengembangkan dan mengoperasikan strategi kontra-ekstremisme di seluruh dunia.
Selanjutnya pada 2014, Taylor bergabung dengan KH A Mustofa Bisri dan KH Yahya Cholil Staquf mendirikan Bayt ar-Rahmah.
Mengutip situs Bayt ar-Rahmah, organisasi ini dibentuk untuk beroperasi dan berfungsi sebagai lembaga ahlussunnah wal jamaah dalam urusan ibadah dan dakwah.