WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah Indonesia saat ini sedang mematangkan persiapan untuk mengirimkan pasukan perdamaian ke Jalur Gaza, Palestina, sebagai bagian dari kontribusi aktif negara dalam upaya diplomasi dan stabilisasi konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Langkah ini juga menjadi wujud komitmen Indonesia terhadap penanganan krisis kemanusiaan di Gaza serta dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaan dan ketentraman.
Baca Juga:
Enam Tren Wisata 2025 Mengemuka, Kemenparekraf Siapkan Strategi Besar Hadapi 2026
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa meskipun rencana itu masih dalam tahap pembahasan dan belum sepenuhnya final, pemerintah memperkirakan jumlah personel yang akan dikirim bisa mencapai sekitar 8.000 anggota TNI.
Menurutnya, angka tersebut merupakan perkiraan awal yang akan disesuaikan dengan kesepakatan internasional dan mandat yang disepakati oleh berbagai pihak yang terlibat.
“Belum, kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen itu akan kita lakukan,” ujar Prasetyo kepada wartawan seusai acara di Stasiun Gambir, Jakarta.
Baca Juga:
Pemerintah Genjot Swasembada Protein Ikan, Harkanas 2025 Digelar Meriah di Jakarta
Prasetyo menambahkan bahwa pasukan Indonesia nantinya akan bergabung dengan kontingen dari negara lain dalam misi internasional tersebut.
Namun, dia belum mengungkapkan lokasi pasti penempatan pasukan Indonesia di Gaza, karena keputusan itu masih menunggu hasil pembicaraan lebih lanjut dengan pihak internasional yang berwenang.
Partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian ini dilakukan melalui keikutsertaan negara dalam Board of Peace (BoP) sebuah forum yang dibentuk untuk mengawasi implementasi rencana perdamaian di Gaza.
Keterlibatan Indonesia bersama negara-negara mayoritas Muslim lainnya diharapkan dapat membantu menurunkan eskalasi konflik, memperlancar akses bantuan kemanusiaan, serta memberi ruang bagi pemulihan pembangunan dan penanganan dampak sosial terhadap warga sipil yang berada di wilayah tersebut.
Pemerintah juga menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) di Timur Tengah dan dukungan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Meski detail rinci soal jadwal keberangkatan, mandat, serta tugas spesifik pasukan belum dirinci, persiapan terus dilakukan oleh TNI bersama instansi terkait di bawah pengawasan pemerintah pusat.
Sejumlah pihak juga mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam merancang misi ini, terutama soal kejelasan mandat serta perlindungan keselamatan prajurit yang akan ditugaskan, mengingat kondisi di wilayah Gaza masih rapuh dan penuh dinamika.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]