WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Kamis (8/1/2026).
Kehadiran pemerintah pusat bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan optimal, sekaligus membahas langkah strategis terkait relokasi dan pemulihan masyarakat pascabencana.
Baca Juga:
Prabowo: Pemimpin Harus Kuat Dihujat, Kerja Tak Boleh Surut
Rombongan pemerintah pusat yang dipimpin oleh Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Drs. Pangarso Suryotomo, M.MB, bersama Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Dr. Lilik Kurniawan, menyerahkan bantuan logistik darurat kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Plt. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo secara simbolis menyerahkan bantuan dukungan penanganan darurat bencana banjir bandang Sitaro kepada Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit di Media Center Kantor Bupati Sitaro pada Kamis (8/1/2026).
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok seperti sembako, selimut, matras, tenda keluarga, hingga perlengkapan kebersihan untuk mendukung kebutuhan pengungsi di lokasi terdampak.
Baca Juga:
Bupati Taput Perjuangkan Dukungan Pemerintah Pusat Pembangunan 224 Rumah Korban Terdampak Bencana
Banjir bandang menerjang wilayah Kepulauan Sitaro pada Senin (5/1/2026) dini hari akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung cukup lama.
Luapan air sungai membawa material lumpur, bebatuan, dan batang pohon yang menghantam kawasan permukiman warga, menyebabkan kerusakan rumah serta sejumlah fasilitas umum.
Penyerahan bantuan dukungan darurat kepada warga terdampak banjir bandang Sitaro pada Kamis (8/1/2026).