Sementara itu, enam desa yang mengalami dampak signifikan antara lain Desa Salili, Beong, Laghaeng, Batusenggo, dan Peling Sawang.
Kerusakan material yang ditimbulkan cukup besar. Tercatat 30 unit rumah hilang, 52 unit rumah mengalami rusak berat, 29 unit rumah rusak sedang, serta 89 unit rumah rusak ringan. Selain itu, satu bangunan Kantor Polres Sitaro turut terdampak.
Baca Juga:
Prabowo: Pemimpin Harus Kuat Dihujat, Kerja Tak Boleh Surut
Kantor Polres Kabupaten Kepulauan Sitaro dipenuhi oleh lumpur dan bebatuan akibat banjir bandang yang terjadi pada Senin (5//1/2026) lalu.
Sejumlah bangunan usaha seperti satu kios, satu bengkel, dan satu toko dilaporkan hilang. Infrastruktur publik juga mengalami kerusakan, termasuk lima unit jembatan, salah satunya jembatan penghubung Kampung Bumbiha yang terputus, serta beberapa ruas jalan penghubung antarwilayah.
Untuk sementara waktu, ratusan warga terpaksa mengungsi di sejumlah titik pengungsian, di antaranya Museum di Kecamatan Siau Timur, Gereja Advent, Gereja GMIST Bethel Pesing, serta Gedung Gereja GMIST Jemaat Bethabara Paseng.
Baca Juga:
Bupati Taput Perjuangkan Dukungan Pemerintah Pusat Pembangunan 224 Rumah Korban Terdampak Bencana
Rapat Koordinasi Relokasi dan Pemulihan
Langkah penanganan pascabencana dibahas lebih lanjut dalam Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Bandang Kabupaten Kepulauan Sitaro yang digelar di Media Center Kantor Bupati Sitaro pada Kamis (8/1/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit, dan dihadiri unsur pemerintah pusat, Forkopimda, TNI, Polri, serta Kejaksaan.