WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah untuk memastikan percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor (bansor) dengan kategori rumah rusak berat.
Peninjauan dilakukan di lokasi huntara Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga:
BNPB Perkuat Mitigasi Bencana Jelang Idul Fitri, 100 Juta Pemudik Diantisipasi
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNPB menegaskan bahwa pembangunan huntara merupakan salah satu dari dua skema penanganan yang disiapkan pemerintah bagi warga dengan rumah rusak berat akibat bencana.
Selain pembangunan huntara, pemerintah melalui BNPB juga menyediakan skema dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat yang memilih tinggal sementara bersama keluarga atau warga sekitar.
Namun khusus di Kabupaten Bener Meriah, sebanyak 914 kepala keluarga (KK) memilih untuk dibangunkan hunian sementara, sebagaimana permohonan yang diajukan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah kepada BNPB.
Baca Juga:
Hadiri HUT ke-54 Basarnas, Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Operasi SAR yang Membanggakan
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi kacamata hitam) saat memastikan bahan material untuk pembangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (13/2/2026).
“Untuk di Bener Meriah, terdapat 914 kepala keluarga (KK) dengan kategori rumah rusak berat. Seluruhnya memilih untuk dibangunkan hunian sementara,” ujar Suharyanto.
Keputusan untuk membangun seluruh unit huntara tersebut juga mempertimbangkan masukan dari pemerintah daerah.