Dari sisi dukungan logistik, Kementerian Sosial akan menyalurkan bantuan dana perabotan sebesar Rp3 juta untuk setiap unit huntara.
Saat ini, proses verifikasi serta penyelarasan data antara Kementerian Sosial dan BNPB tengah berlangsung agar bantuan dapat segera direalisasikan.
Baca Juga:
BNPB Perkuat Mitigasi Bencana Jelang Idul Fitri, 100 Juta Pemudik Diantisipasi
Selain itu, BNPB juga memberikan dukungan tambahan secara terbatas berupa kipas angin, lemari kecil, kasur, dan kompor bagi para penghuni.
Hunian sementara ini dirancang untuk digunakan hingga pembangunan hunian tetap selesai.
Secara konstruksi, bangunan huntara dibuat cukup kokoh untuk ditempati dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga:
Hadiri HUT ke-54 Basarnas, Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Operasi SAR yang Membanggakan
Meski demikian, pemerintah tetap mendorong percepatan pembangunan huntap agar masyarakat dapat segera kembali menempati hunian permanen yang lebih aman dan nyaman.
Adapun pembangunan hunian tetap akan dilaksanakan melalui dua skema, yaitu skema terpusat dan skema mandiri.
Pada skema terpusat, hunian akan dibangun dalam satu kawasan terpadu yang mampu menampung sekitar 100 hingga 200 kepala keluarga.