Tinggal menumpang dalam jangka waktu yang cukup lama dinilai berpotensi menimbulkan tantangan, baik dari sisi kenyamanan, privasi, maupun aspek sosial di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, seluruh 914 KK akan difasilitasi hunian sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (huntap) secara permanen.
Baca Juga:
BNPB Perkuat Mitigasi Bencana Jelang Idul Fitri, 100 Juta Pemudik Diantisipasi
BNPB menargetkan pembangunan huntara dapat rampung pada awal bulan Ramadan. Khusus untuk unit di Kampung Wonosobo, proses pembangunan ditargetkan selesai pada 17 Februari 2026.
Sementara itu, sejumlah unit huntara di titik lokasi lainnya telah selesai dikerjakan dan mulai ditempati warga terdampak.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., (topi kacamata hitam) saat memastikan bahan material untuk pembangunan hunian sementara (huntara) di Kampung Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga:
Hadiri HUT ke-54 Basarnas, Kepala BNPB Apresiasi Kinerja Operasi SAR yang Membanggakan
“Targetnya di awal bulan ramadan. Bahkan ini vendor sudah berjanji paling lambat tanggal 17 Februari. Artinya lima hari lagi harus sudah jadi,” jelas Kepala BNPB.
Dibandingkan dengan tenda darurat, huntara dinilai lebih layak sebagai tempat tinggal sementara karena memiliki konstruksi yang lebih kuat serta fasilitas yang lebih memadai.
Setiap unit dilengkapi kamar mandi pribadi, dan tersedia pula fasilitas kamar mandi komunal tambahan guna menunjang kebutuhan penghuni.