Selain itu, pihaknya juga mendukung imbauan pemerintah agar warga menggunakan energi energi dengan bijak.
"Dapatkan informasi valid harga BBM Pertamina hanya melalui saluran resmi www.pertamina.com. Pertamina mendukung imbauan Pemerintah untuk menggunakan energi secara bijak," tandasnya.
Baca Juga:
Berikut Perbandingan Harga Terbaru BBM Indonesia dengan 6 Negara Tetangga
Khusus jenis BBM bersubsidi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga turut buka suara. Pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tersebut tidak akan mengalami kenaikan per 1 April 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menegaskan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi setelah tanggal 31 Maret 2026.
"Tidak ada kenaikan BBM subsidi. (Harga) tetap," kata Laode kepada CNBC Indonesia saat dihubungi, Senin (30/3/2026).
Baca Juga:
Hanya 36 Persen Warga AS Masih Dukung Trump
Sebelumnya juga beredar di masyarakat, baik melalui media sosial ataupun yang beredar di jaringan komunikasi seperti WhatsApp, terkait proyeksi harga BBM yang akan berlaku setelah bulan Maret 2026 usai.
Dalam narasi yang beredar di masyarakat, harga BBM subsidi seperti Pertalite akan dibanderol mencapai Rp 14.000 per liter dari yang sekarang berlaku sebesar Rp 10.000 per liter. Pada jenis Solar Subsidi harga diproyeksikan mencapai Rp 9.500 per liter dari yang saat ini berlaku sebesar Rp 6.800 per liter.
Sedangkan untuk BBM jenis Pertamax diproyeksikan akan naik menjadi Rp 16.500 per liter dari yang berlaku sekarang Rp 12.300 per liter.