WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kisah pengabdian selama satu dekade untuk membangun Kabupaten Tapanuli Utara berawal dari sebuah permintaan sederhana sang ibunda.
Dari dorongan keluarga itulah, mantan Bupati Tapanuli Utara dua periode, Nikson Nababan, memutuskan mendedikasikan hidupnya untuk memajukan tanah kelahirannya.
Baca Juga:
Podcast Konsumen Dignity: Jangan Diam Jika Dirugikan, Ini Jalur Resmi Pengaduan Konsumen
Cerita inspiratif itu terungkap dalam podcast Sang Mantan yang tayang di Wahana TV dan dipandu oleh host Budi Satria, yang tayang pada Jumat (15/5/2026).
Dalam salah satu bagian paling menarik, Budi Satria melontarkan pertanyaan sederhana namun menyentuh: apa yang sebenarnya menjadi alasan Nikson Nababan memilih meninggalkan kenyamanan hidupnya demi mengabdi di kampung halaman.
Baca Juga:
Consumers International Pertimbangkan Uzbekistan sebagai Pusat Kongres Perlindungan Konsumen Dunia 2027
Pertanyaan itu dijawab Nikson dengan kisah yang menggugah. Ia mengungkap bahwa langkahnya terjun ke dunia politik bukan didorong ambisi kekuasaan, melainkan karena permintaan sang ibunda yang berharap dirinya pulang dan membangun Tapanuli Utara.
“Permintaan ibu saya sangat sederhana, pulanglah dan berbuat sesuatu untuk kampung halaman,” ungkap Nikson Nababan.
Menurut Nikson, kalimat tersebut menjadi amanah hidup yang terus terpatri dalam benaknya. Setiap kebijakan yang diambil selama dua periode kepemimpinannya selalu didasarkan pada satu pertanyaan: apakah keputusan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa menjadi kepala daerah bukan soal jabatan atau fasilitas, melainkan tentang tanggung jawab moral untuk meninggalkan warisan pembangunan yang dapat dirasakan lintas generasi.
Selama memimpin, Nikson fokus membangun jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Ia mengaku tidak jarang harus menghadapi kritik, keterbatasan anggaran, dan tantangan birokrasi. Namun kecintaannya terhadap Tapanuli Utara membuatnya tetap konsisten memperjuangkan berbagai program strategis.
“Kalau kita mencintai daerah, maka yang kita pikirkan adalah bagaimana rakyat bisa hidup lebih baik,” ujarnya.
Nikson juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan besar, sekalipun tidak selalu populer, selama keputusan tersebut berpihak kepada kepentingan rakyat.
Baginya, ukuran keberhasilan bukan terletak pada pujian, melainkan ketika masyarakat merasakan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Podcast ini menampilkan sisi personal Nikson Nababan yang jarang terungkap ke publik.
Di balik perjalanan politiknya, tersimpan cerita tentang bakti kepada orang tua, kecintaan pada tanah kelahiran, dan tekad kuat untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Kisah tersebut menjadi inspirasi bahwa pengabdian besar sering kali lahir dari pesan sederhana seorang ibu, namun mampu menjelma menjadi karya nyata yang dikenang sepanjang masa.
[Redaktur: Sobar Bahtiar]