Dalam kesempatan yang sama, Alven juga membeberkan sejumlah dampak yang muncul akibat penyetopan program MBG selama libur sekolah.
Menurut dia, penghentian sementara program tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas SPPG yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pelaksanaan MBG.
Baca Juga:
Skandal MBG: Kejagung Tetapkan Ketua Yayasan Food Security Jadi Tersangka Baru
Salah satu dampak yang paling terasa adalah relawan SPPG tidak dapat bekerja dan berpotensi tidak menerima honor selama masa penghentian program.
"Dampak dari SPPG yang lain adalah relawan tidak dapat bekerja, tidak dapat diberi honor selama libur," ujar Alven.
Ia juga menyoroti potensi kerugian bagi supplier yang selama ini memasok kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG.
Baca Juga:
Sony Sonjaya Bongkar Dugaan CCTV Fiktif MBG Rp300 Miliar, Kejagung Diminta Usut Siapa Dalangnya
Menurut Alven, penyetopan program dalam masa libur sekolah dapat membuat hasil tani, hasil ternak, dan berbagai bahan pasokan lain menumpuk karena tidak terserap.
"Supplier dirugikan, jadi hasil tani, hasil ternak, dan lain-lain akan menumpuk," ujar Alven.
Alven turut menyinggung persoalan insentif yang disebut tidak diberikan BGN kepada SPPG selama penyetopan MBG pada masa libur sekolah.