"Pengembangan juga dilakukan lewat kerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aliran dana terkait judi Piala Dunia 2026," imbuhnya.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa Satgas Anti-Mafia Bola akan kembali diaktifkan guna mengantisipasi potensi kejahatan selama gelaran Piala Dunia 2026.
Baca Juga:
Diduga Gas Bocor, Kebakaran Rumah di Maros Tewaskan Seorang Balita
"Terkait dengan masalah judi, beberapa waktu yang lalu kita kan pernah membentuk Satgas Anti-Mafia Bola. Jadi tentunya satgas ini akan kita hidupkan kembali," kata Sigit.
Ia menekankan pentingnya menjaga ajang Piala Dunia tetap menjadi hiburan masyarakat tanpa dicemari praktik perjudian yang merusak nilai sportivitas.
"Jangan sampai nanti terkait dengan masalah hiburan Piala Dunia ini kemudian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang kemudian untuk melakukan pelanggaran," ujar Sigit.
Baca Juga:
Perempuan di Bandung Diduga Disekap Pacar Selama 3 Tahun, Alami Luka Berat
Polri juga mengimbau masyarakat agar tetap menjadi penonton yang bijak dalam menikmati pertandingan sepakbola dunia tersebut.
"Jangan sampai nanti dikotori oleh hal-hal yang kemudian justru malah merusak dari semangat sportivitas itu, antara lain dengan adanya penyelenggaraan masalah judi," lanjutnya.
Sebagai bagian dari pengamanan, Polri turut bekerja sama dengan TVRI untuk menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) di berbagai tingkatan kepolisian agar masyarakat dapat menikmati Piala Dunia secara aman dan tertib.