Robert turut menyoroti kawasan Kepulauan Mapia atau Pulau Beras di Kabupaten Supiori yang disebut sebagai salah satu sentra tuna terbesar di Papua.
Ia mengenang masa kejayaan industri perikanan Papua saat perusahaan pengalengan ikan PT Biak Mina Jaya, anak usaha Jayanti Group, beroperasi pada 1999 hingga 2003.
Baca Juga:
DPR Puji dan Apresiasi Cara Kerja Mentan Amran Sulaiman
Pada masa itu, perusahaan tersebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja asli Papua dan menjadikan Biak Numfor sebagai salah satu pusat industri perikanan terbesar di Indonesia bagian timur.
Dengan dukungan sekitar 1.000 hingga 1.500 rumpon yang tersebar di perairan Papua, perusahaan itu menjadi pelopor industri penangkapan dan pengalengan ikan di kawasan tersebut.
Robert juga mengungkap sejarah kejayaan industri perikanan Papua melalui keberadaan perusahaan negara PT Usaha Mina di Sorong yang pada masanya mampu mengekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang.
Baca Juga:
Bahas Soal Mudik Lebaran, Komisi IV DPR RI Soroti Ketahanan Energi
“Dulu di Sorong ada Usaha Mina. Itu perusahaan negara yang ekspor tuna dan cakalang langsung ke Jepang. Setelah berubah menjadi Perikanan Nusantara lalu merger ke Perindo di bawah holding ID Food, akhirnya berhenti beroperasi. Padahal dermaganya siap, lokasinya sangat strategis dan potensinya besar,” katanya.
Menurut Robert, PT Usaha Mina pada masa lalu memiliki banyak cabang di berbagai sentra perikanan nasional seperti Sorong, Bacan, Ternate, Fakfak, Ambon, Gorontalo, Luwuk hingga Makassar.
Ia menilai jejak pembangunan industri perikanan tersebut perlu dihidupkan kembali melalui kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian BUMN.