WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Robert J. Kardinal meyakini program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat menjadi titik balik kebangkitan sektor perikanan tangkap di Tanah Papua.
Program unggulan pemerintah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk menghidupkan kembali industri perikanan yang pernah berjaya sekaligus menjadikan Papua sebagai lumbung tuna terbesar di kawasan timur Indonesia.
Baca Juga:
I Ketut Suwendra Minta Revisi UU Kehutanan Perkuat Sanksi Reklamasi Tambang
Menurut Robert, Papua memiliki kekayaan sumber daya laut yang sangat melimpah, terutama di sejumlah kawasan strategis yang hingga kini belum tersentuh pembangunan KNMP.
Tiga wilayah yang dinilai layak menjadi prioritas ialah Distrik Kepulauan Ayau di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya; Kepulauan Auri di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat; serta wilayah perairan Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Supiori, Papua.
“Ketiga kawasan tersebut memiliki nilai strategis ganda sebagai sentra produksi sekaligus kawasan pertahanan terluar negara berbasis masyarakat nelayan,” jelasnya dalam keterangan tertulis kepada Parlementaria, di Jakarta, Minggu (17/5/2025).
Baca Juga:
DPR Ajak Hidupkan Kembali Pangan Nenek Moyang untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Politikus Fraksi Partai Golkar itu mengapresiasi langkah Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono yang telah menjalankan program KNMP di sejumlah wilayah perbatasan Indonesia, mulai dari Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, hingga Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Meski demikian, Robert menilai pemerintah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap kawasan Papua yang memiliki cadangan sumber daya ikan sangat besar, khususnya tuna sirip kuning atau yellowfin tuna.
Ia menilai keberadaan KNMP di Papua tidak hanya akan meningkatkan produksi dan hilirisasi perikanan, tetapi juga memperkuat posisi wilayah perbatasan Indonesia.