Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah memprioritaskan perbaikan jembatan dan infrastruktur yang rusak agar akses masyarakat kembali pulih.
Lanjut ke Provinsi Lain, Pertanyaan: Apakah Ada Status “Bencana Nasional”?
Baca Juga:
Semprot Sistem Ekonomi, Prabowo Turunkan Bunga Kredit Ultra Mikro Jadi 8 Persen
Usai meninjau Sumatera Utara, Prabowo dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke korban bencana di Provinsi Sumatera Barat. Dengan skala korban besar di beberapa provinsi di Sumatera - termasuk jatuhnya banyak korban tewas, hilang, serta kerusakan infrastruktur yang masif muncul pertanyaan publik: Apakah pemerintah akan menetapkan bencana ini sebagai “bencana nasional”?
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi seperti itu dari pemerintah dalam laporan yang tersedia. Namun, kunjungan cepat Presiden ke lokasi, serta mobilisasi bantuan skala besar, menjadi tanda bahwa pemerintah menganggap situasi ini sangat serius.
Menurut data sementara dari pusat penanggulangan bencana: di Sumut tercatat banyak korban jiwa dan hilang, serta kerusakan parah pada jalan, jembatan, energi, telekomunikasi, dan layanan dasar lainnya.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Anugerahkan Satyalancana kepada 8 Insan PLN atas Dedikasi di Sektor Energi
Pemerintah telah mulai mendistribusikan bantuan darurat-termasuk logistik, BBM, dan listrik-serta menyiapkan rekonstruksi infrastruktur.
Momentum untuk Menetapkan Status Bencana Nasional
Dengan kunjungan langsung Presiden, respons cepat pusat, dan penanganan terkoordinasi di berbagai provinsi terdampak, ada peluang besar bagi pemerintah untuk mempertimbangkan menetapkan status “bencana nasional.”