WahanaNews.co, Jakarta - Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto mengatakan, sistem pajak perlu lebih efisien sehingga memungkinkan ekstensifikasi atau perluasan basis data perpajakan.
Karenanya, dia tak mau menargetkan pihak-pihak yang selama ini sudah taat membayar pajak.
Baca Juga:
PT Bukit Asam Dorong KEK untuk Proyek DME, MARTABAT Prabowo-Gibran: Hilirisasi Jangan Berhenti di Wacana
"Istilahnya pembayar pajak yang sudah baik, sudah taat, jangan diperas terus. Itu sering disebut apa (oleh praktisi pajak)? Berburu di kebun binatang," ucap Prabowo dalam Dialog 'Capres Bersama Kadin', di Jakarta, Jumat (12/01/24).
Prabowo mengatakan, berdasarkan pengalaman di banyak negara, mengincar pembayar pajak yang sudah taat justru bisa berujung pada penggelapan pajak. Karena itu, perlu dilakukan pencegahan agar apa yang terjadi di negara lain terjadi juga di Indonesia.
"Jangan-jangan kalau kita memberi kemudahan kepada pengusaha-pengusaha yang benar, ini akan memacu pertumbuhan ekonomi, investasi, dan kegiatan perdagangan," tutur Prabowo.
Baca Juga:
KEK Mekar Putih Kalsel Dibidik Beroperasi Mulai 2027, MARTABAT Prabowo-Gibran: Momentum Bangun Mesin Ekonomi Baru
Prabowo menegaskan, pajak merupakan hal yang sangat penting sehingga harus dilakukan efisiensi dan transparansi untuk menutup lubang-lubang kebocoran.
Tak hanya itu, Prabowo juga menegaskan pemerintah harus memudahkan perizinan usaha sehingga iklim bisnis bisa diperbaiki.
"Jangan orang mau dagang itu dipersulit, sekian puluh izin," ucap Prabowo.