Kinerja BUMN kemudian meningkat pada 2025 dengan keuntungan yang tercatat mencapai Rp326 triliun.
Dari keuntungan tersebut, dividen yang disetorkan BUMN kepada negara pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun.
Baca Juga:
Janin MATI di Ruang Tunggu. RS Annisa Kota Jambi Diduga Abaikan IBu Hamil
Setelah dikurangi PMN yang diterima BUMN melalui APBN, nilai kontribusi dividen secara bersih pada 2025 disebut mencapai sekitar Rp138 triliun.
Sementara itu, pada 2026 pemerintah memproyeksikan dividen BUMN mencapai Rp200 triliun tanpa adanya PMN dari APBN.
Prabowo menilai angka tersebut membuat kontribusi bersih BUMN pada 2026 meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan posisi pada 2024 yang berada di kisaran Rp53 triliun.
Baca Juga:
Prabowo Geram BUMN Bekerja Seenaknya, Direksi 30 Tahun ke Belakang Bakal Diusut
"Artinya dari 2024 ke 2026 naik dari Rp 53 triliun ke Rp 200 triliun, atau bisa dikatakan 4 kali lebih besar," terang Prabowo.
Kenaikan tersebut menjadi perhatian Prabowo karena berlangsung tanpa tambahan PMN pada 2026 sebagaimana proyeksi yang disampaikannya.
"400% meningkatnya tanpa PMN," kata Prabowo.