Program ini adalah amanat Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan petani, nelayan, hingga UMKM.
"Dengan demikian, MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan nasional," ujarnya.
Baca Juga:
Heboh Dokumen Kunker Menteri PU ke AS Beredar, Sekjen Tegaskan Keluarga Tak Gunakan APBN
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas SPPG difokuskan pada daerah-daerah dengan tingkat kebutuhan layanan gizi yang tinggi, termasuk wilayah perbatasan yang seringkali menghadapi tantangan distribusi pangan dan keterbatasan infrastruktur.
Dody menyampaikan, pembangunan fasilitas ini difokuskan pada wilayah dengan kebutuhan layanan gizi yang mendesak, termasuk kawasan perbatasan.
"Ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan akses gizi yang layak, menjaga stabilitas harga, serta menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat perbatasan," tuturnya.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Penanganan Perlintasan Sebidang Kereta Api, 3 Proyek di Jawa Barat Jadi Prioritas
Dengan beroperasinya SPPG di PLBN Wini dan Motamasin, pemerintah berharap implementasi program MBG dapat berjalan lebih optimal, khususnya dalam menjangkau anak-anak di wilayah perbatasan yang menjadi kelompok prioritas.
Selain meningkatkan kualitas gizi, fasilitas ini juga berpotensi membuka lapangan kerja serta memperkuat rantai pasok pangan lokal.
SPPG di PLBN Wini dibangun di atas lahan seluas 1.408,63 meter persegi, sedangkan SPPG di PLBN Motamasin berdiri di atas lahan seluas 1.469,12 meter persegi.