Menurutnya, program-program GBN-MI akan diselaraskan dengan kebijakan Kemenhan, meski secara struktur tetap berdiri sendiri.
Ia menilai bela negara adalah kewajiban seluruh warga negara yang dapat dilakukan melalui berbagai peran dan profesi.
Baca Juga:
Buntut Ancaman Tarif AS, Kuba Menangis Kehabisan Bahan Bakar Pesawat
Menghadapi ancaman nonmiliter yang kian kompleks, GBN-MI membuka ruang bagi berbagai kalangan untuk terlibat aktif.
“Untuk bisa masuk ke masyarakat, kita butuh orang-orang tertentu. Public figure, influencer, wartawan-wartawan juga, untuk menjadi bagian dari kita, untuk menyebarkan nilai ini kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ayu Aulia menilai polemik yang berkembang hanyalah kesalahpahaman komunikasi.
Baca Juga:
Keraton Surakarta Masih Bergejolak, Kubu PB XIV Purboyo Terancam Terusir dari Keraton
“Saya juga tidak pernah bilang bahwa saya dilantik oleh Kemenhan, kan saya bilang ‘di Kemenhan’. Tapi, kan betul, memang di Kemenhan. Jadi, memang mungkin ini adalah miscommunication saja. Ini yang perlu kita luruskan,” ucap Ayu Aulia.
Ia juga menyatakan tidak ambil pusing terhadap berbagai komentar publik yang menyudutkannya.
“Kalau aku, mau dikatain apa, mau dibilang katanya enggak rela bayar pajak untuk orang seperti saya, apa segala macam, saya tidak peduli,” katanya.