WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah menaruh harapan besar pada pengoperasian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan sebagai momentum penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya dalam pemenuhan bahan bakar minyak (BBM).
Proyek strategis ini dinilai mampu menjadi tonggak perubahan menuju pengurangan ketergantungan impor BBM dan peningkatan produksi energi dalam negeri.
Baca Juga:
PNBP ESDM 2025 Lampaui Target, Bahlil: Ini Hasil Kerja Tim dan Inovasi
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas Kilang Balikpapan membuka peluang nyata bagi Indonesia untuk menghentikan impor BBM, terutama solar.
Dengan kapasitas produksi yang semakin besar, kebutuhan BBM nasional diyakini dapat dipenuhi sepenuhnya dari kilang dalam negeri.
"Insyaa Allah begitu RDMP Kilang Balikpapan diresmikan pengoperasiannya mulai tahun ini, impor solar dihentikan. Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong kedaulatan energi dengan tidak lagi mengandalkan pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri melalui impor," kata Bahlil ditemui sesaat sebelum peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Baca Juga:
Siaga Nataru Berakhir, ESDM Pastikan Distribusi BBM, Gas, dan Listrik Aman
Bahlil memaparkan bahwa kebutuhan solar nasional saat ini mencapai sekitar 39,8 juta kiloliter (kl) per tahun.
Dari total tersebut, program mandatori biodiesel B40 berkontribusi pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 15,9 juta kl per tahun.
Dengan demikian, kebutuhan solar murni atau B0 tersisa sekitar 23,9 juta kl per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi solar nasional telah mencapai 26,5 juta kl per tahun.