WahanaNews.co | Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan Indonesia tidak memiliki kepentingan pribadi di Afghanistan, yang saat ini dikuasai Taliban.
Retno menuturkan pernyataan itu merupakan salah satu pesan yang diutarakannya saat bertemu petinggi Taliban di Doha, Qatar, pekan lalu.
Baca Juga:
Catat Rekor Tertinggi 11 Bulan, PMI Manufaktur Indonesia Unggul di ASEAN
"(Kepada Taliban) kami tegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki vested interests (kepentingan) di Afghanistan. Satu-satunya keinginan Indonesia adalah melihat Afghanistan yang stabil dan makmur," kata Retno kepada Komisi I DPR saat rapat dengar pendapat pada Kamis (2/9).
Dalam rapat dengan DPR itu, Retno juga memaparkan dua pesan utama Indonesia lainnya ke Taliban yakni pentingnya pembentukan pemerintahan inklusif di Afghanistan.
Retno juga mengatakan Indonesia meminta jaminan ke Taliban bahwa Afghanistan tidak menjadi sarang aktivitas teroris yang dapat mengancam stabilitas kawasan dan dunia.
Baca Juga:
RI Dukung Peran Strategis Malaysia Sebagai Koordinator Negara
"Dari pembicaraan dengan Taliban yang saya lakukan di Doha pada 26 Agustus lalu, Taliban menyampaikan komitmen untuk berusaha keras membentuk pemerintahan yang inklusif," ucap Retno.
Menurut Retno, Taliban memang telah menunjuk sejumlah orang mengisi beberapa kursi menteri Afghanistan. Namun, Taliban mengaku itu hanya sementara sampai pemerintahan inklusif benar-benar terbentuk.
Retno menuturkan salah satu tantangan terbesar Taliban saat ini memang membentuk pemerintahan inklusif yang dapat mewakili seluruh lapisan masyarakat Afghanistan.