Dengan bobot 6,82 kg, senapan ini
memiliki panjang laras 650 mm yang dilengkapi dengan teleskop.
"Dalam pertempuran, penembak runduk
memegang peran penting untuk bisa melumpuhkan lawan dari jarak jauh. Biasanya
para penembak runduk ini tidak hanya digunakan untuk operasi penugasan
melainkan juga menjalankan penugasan khusus seperti pengamanan VIP dan VVIP,"
katanya.
Baca Juga:
Danpusterad Pimpin Acara Sertijab dan Tradisi Satuan
Sebagaimana diketahui, daerah
penugasan Satgas Pamrahwan adalah medan yang cukup sulit dalam menghadapi
lawan.
Medan tempur yang di kelilingi wilayah
perbukitan dan hutan di Papua menjadi salah satu penyebab kelompok bersenjata
Organisasi Papua Merdeka (OPM) kerap kali melakukan penyerangan terhadap
pos-pos jaga TNI dari jarak jauh.
Dengan dibekalinya senjata sniper atau senjata runduk ini dinilai
sangat efektif dalam menghadapi berbagai serangan yang dapat mengancam nyawa
para prajurit TNI yang menjalankan tugas pengamanan di wilayah Papua. [qnt]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.