Djuhaedi, warga Tol Angke yang sudah sebulan tinggal di Rusun Rawa Buaya. (Foto: WahanaNews/Tio)
“Terakhir dapat bantuan baksos Natal dari kementerian PKP,” tambahnya.
Baca Juga:
Perumahan Rakyat Jadi Prioritas, DPR Desak Kementerian PKP Tingkatkan Pengawasan dan Pembiayaan MBR
Arian saat ini hanya mampu menafkahi istrinya Nurul Fatimah (24) dan dua anaknya, Muhammad Sultan Rafatah (5), dan Muhammad Rasya Adity (2) dari pekerjaannya sebagai juru parkir.
Senada juga diungkap Djuhaedi (60) yang tinggal di Tower D, Lantai 3, Nomor 12.
Djuhaedi yang sehari-harinya memulung itu sangat khawatir melihat kondisi keuangannya dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga:
Program BSPS Jawa Tengah Resmi Dimulai, Pemerintah Targetkan 30 Ribu Rumah Layak Huni
“Selama ini saya memulung. Setelah tinggal di sini saya tidak mulung lagi. Biaya sehari-hari di sini dari dua anaknya yang kerja mulung juga,” kata Djuhaedi.
Ia mengaku hingga saat ini kebutuhan sehari-hari masih ada dari bantuan-bantuan. Jika persediaan sudah mulai habis, bisa-bisa ia kembali memulung lagi.
Oleh karena itu, Djuhaedi meminta pemerintah melalui dinas terkait memberikan kesempatan bagi dirinya untuk berdagang di seputaran pasar rusun.