"Tapi memang benar karena kadang sifat kami berdua yang sama-sama Alpha akhirnya juga sering terjadi percikan-percikan. Gaya kepemimpinan dan kepribadian kami sama-sama keras,” jelasnya.
Prabowo juga mengaku banyak belajar dari sosok Luhut, yang dinilainya sebagai pemimpin dengan disiplin tinggi dan memberi teladan langsung kepada anak buahnya.
Baca Juga:
KPK Pertimbangkan Pemanggilan Luhut Binsar Pandjaitan Terkait Proyek Kereta Cepat Whoosh
"Beliau juga punya fisik yang baik. Beliau memimpin dari depan. Beliau sering lari, dan lari beliau selalu di depan,” katanya.
Seiring perjalanan karier, keduanya kemudian berpisah tugas. Luhut melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando ABRI, sedangkan Prabowo mengikuti Kursus Lanjutan Perwira.
Meski jarang bertugas bersama, hubungan keduanya tetap terjaga dengan baik.
Baca Juga:
Luhut Minta Prabowo Tetap Optimistis Soal Ekonomi RI
"Kami berpisah dan jarang lagi bertugas bersama, tetapi kami saling menghormati walaupun kadang-kadang perbedaan pandangan tapi di ujungnya kita selalu bersatu untuk kepentingan Merah Putih,” cerita Prabowo.
Dalam perjalanan sejarahnya, Sat 81 Kopassus telah mencatat berbagai keberhasilan penting, baik dalam operasi militer maupun misi kemanusiaan.
Selain Operasi Woyla, satuan ini juga terlibat dalam Operasi Mapenduma pada 1996 yang membebaskan sembilan peneliti asing dari Ekspedisi Lorentz di Papua.