Selain Singgih, editor umum lainnya adalah Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum., Guru Besar Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, serta Prof. Dr. Jajat Burhanuddin, M.A., Guru Besar Ilmu Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Sebanyak 20 pakar lainnya juga dilibatkan sebagai editor jilid untuk memastikan setiap bagian memiliki kedalaman analisis serta ketelitian akademik yang kuat.
Baca Juga:
Dana CU Paroki Aek Nabara Rp28 Miliar Menguap, BNI Pastikan Bukan Produk Resmi
Sepuluh jilid utama dalam buku tersebut memuat bab dan subbab dengan ketebalan berbeda sesuai cakupan periode dan kompleksitas pembahasan sejarahnya.
Jilid pertama berjudul Akar Peradaban Nusantara yang mengulas fondasi awal perkembangan masyarakat kepulauan Indonesia.
Jilid kedua bertajuk Nusantara dalam Jaringan Global: Perjumpaan dengan India, Tiongkok dan Persia yang menyoroti interaksi awal dengan peradaban besar dunia.
Baca Juga:
Trump Dinilai Banyak Omong, IRGC Ambil Alih Kendali Selat Hormuz
Jilid ketiga berjudul Nusantara dalam Jaringan Global: Timur Tengah yang membahas dinamika hubungan kawasan Nusantara dengan dunia Islam dan sekitarnya.
Jilid keempat bertajuk Interaksi Awal dengan Barat: Kompetisi dan Aliansi yang menelusuri fase awal kedatangan bangsa Barat dan perubahan geopolitik yang terjadi.
Jilid kelima berjudul Masyarakat Indonesia dan Terbentuknya Negara Kolonial yang mengupas proses terbentuknya struktur kolonial di wilayah Indonesia.