Jilid keenam mengangkat tema Pergerakan Kebangsaan yang memotret dinamika kebangkitan nasional menuju kemerdekaan.
Jilid ketujuh berjudul Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan yang merekam fase krusial mempertahankan kedaulatan pasca proklamasi.
Baca Juga:
Setyo Budiyanto Tegaskan KPK Tak Mau Terjebak Wacana Revisi UU
Jilid kedelapan bertajuk Konsolidasi Negara Bangsa: Konflik, Integrasi, dan Kepemimpinan Internasional (1950-1965) yang menelaah dinamika politik dan posisi Indonesia di panggung global.
Jilid kesembilan mengusung tema Pembangunan dan Stabilitas (1967-1998) Nasional Era Orde Baru yang membahas fase pembangunan dan stabilitas politik pada masa tersebut.
Jilid kesepuluh berjudul Dari Reformasi ke Konsolidasi Demokrasi (1998-2024) yang mengulas perjalanan Indonesia memasuki era reformasi hingga penguatan demokrasi modern.
Baca Juga:
Sidang Etik Digelar, AKBP Didik Hadapi Proses Internal Polri
Dengan total 7.958 halaman, karya ini menjadi salah satu proyek penulisan sejarah nasional paling komprehensif yang pernah diterbitkan pemerintah, sekaligus menandai upaya serius merekonstruksi narasi kebangsaan dalam konteks arus global.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.