Menurutnya, dugaan tersebut harus diperiksa secara serius karena menyangkut keabsahan dokumen sekaligus kehormatan organisasi.
“Yang paling memprihatinkan adalah adanya informasi mengenai penggunaan stempel yang tidak semestinya. Stempel organisasi bukan alat transaksi. Kalau benar ada stempel yang dibuat atau digunakan untuk kepentingan seperti itu, harus ditelusuri siapa yang membuat, siapa yang menggunakan dan untuk kepentingan apa,” ujarnya.
Baca Juga:
Soal Kepengurusan Mardiono-Agus, Kader PPP Ajukan Banding Administratif ke Presiden
Ia juga menyebut surat dukungan yang diduga diperoleh melalui mekanisme tersebut dikabarkan dibuat dalam beberapa rangkap dan diberikan kepada pihak-pihak berbeda.
Namun, Hamid menekankan seluruh informasi tersebut perlu diverifikasi dan dibuktikan melalui pemeriksaan yang objektif agar tidak menjadi fitnah atau tuduhan tanpa dasar.
AHWA Dinilai Memiliki Posisi Strategis
Baca Juga:
Drama Muktamar X PPP: Mardiono dan Agus Sama-sama Klaim Menang Aklamasi
Hamid menilai perhatian terhadap proses pemilihan AHWA tidak terlepas dari posisi strategis mekanisme tersebut dalam proses kepemimpinan NU.
Menurut dia, AHWA memiliki peran penting dalam proses penentuan Rais Aam sehingga setiap upaya memengaruhi komposisi atau dukungan terhadap anggota AHWA harus mendapat perhatian serius.
“AHWA seharusnya menjadi mekanisme yang menjaga kehormatan dan kualitas kepemimpinan Syuriyah. Karena itu, jangan sampai mekanisme yang dibuat untuk menjaga marwah organisasi justru dipengaruhi oleh kepentingan uang dan kekuasaan,” tegas Hamid.