“Karena kami, hasil kerja kami 2025 itu sangat baik, melampaui semua target IKU kami gitu ya. Dari wisman-nya melampaui target, wisnus melampaui target, tenaga kerja melampaui target, investasi melampaui target juga. Jadi menurut kami dari IKU kami, kami positif,” tuturnya.
Meski demikian, Widyanti mengakui adanya kemungkinan perbedaan cara perhitungan atau sudut pandang dalam melakukan penilaian kinerja.
Baca Juga:
Sambut Wisatawan Perdana, Wamenpar Tegaskan Kepri sebagai Gerbang Utama Wisatawan Mancanegara
“Jadi mungkin ada hal-hal perhitungan tersendiri mengenai hal itu tapi semuanya tadi positif saja,” imbuhnya.
Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo melontarkan kritik terhadap kebijakan dan pengelolaan sektor pariwisata yang dijalankan oleh Widyanti.
Dalam rapat tersebut, Yoyok menekankan agar kebijakan pariwisata ke depan benar-benar dijalankan sebagai mesin penggerak ekonomi nasional.
Baca Juga:
ITDC Siapkan Pengelolaan Sampah Terpadu, MARTABAT Prabowo-Gibran Soroti Pentingnya Ekologi dalam Ekonomi Pariwisata
“Saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi,” kata Yoyok.
Yoyok juga menyoroti persoalan harga tiket yang dinilai mahal serta kondisi infrastruktur, sebelum akhirnya memberi nilai 50 dari 100 atas kinerja Widyanti sebagai Menteri Pariwisata.
“Tadi Ibu sudah menyampaikan tiket mahal bagaimana, jalan infrastruktur yang luar biasa. Saya sampaikan, Bu, kalau saya boleh menilai 100, nilai secara ujian bener semua kan 100, saya menilai Ibu masih 50,” ujarnya.