WAHANANEWS.CO, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia saat ini berada dalam kondisi aman. Dipastikan di atas standar minimum.
"Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude Insya Allah di atas standar minimum nasional termasuk kondisi LPG," ungkap Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (28/7/2026).
Baca Juga:
Prabowo Dijadwalkan Resmikan Peluncuran BBM Biodiesel 50% B50 Awal Juli 20026
Bahlil memastikan, kondisi cadangan minyak yang aman tersebut di tengah kondisi tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung dan mendorong volatilitas harga minyak global.
Bahlil juga memastikan bahwa harga BBM jenis subsidi tidak naik, begitu juga dengan harga gas subsidi atau LPG 3 Kg. "Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi," ungkapnya.
Adapun harga minyak mentah dunia mengalami volatilitas dalam tahun ini. Sempat melonjak ke level US$100/barel lebih dan turun ke US$70-an per barel, harga minyak mentah kembali menyentuh US$96,78 per barel pada 24 Juli.
Baca Juga:
Soal Harga Pertamax Pekan Depan, Bahlil: Kita Lihat Aja Nanti
Pagi ini, berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.05 WIB, harga Brent berada di US$87,86 per barel, turun 0,57% dibandingkan penutupan sebelumnya di US$88,36 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) turun 0,77% ke US$81,97 per barel dari US$82,61 per barel.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketahanan stok BBM nasional berada pada level aman dengan ketersediaan pasokan berkisar antara 14-40 hari. Khusus untuk jenis bensin Pertalite dan Solar Subsidi, perusahaan mencatat rata-rata ketahanan stok saat ini mampu mencukupi kebutuhan hingga 15 hari ke depan.
Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Taufiq Aditiyawarman menjelaskan bahwa perusahaan tengah fokus mempercepat penyaluran dari depot ke seluruh titik SPBU untuk mencegah terjadinya antrean kendaraan.