โKetika dapur sudah 100 hari kemudian dia belum juga membangun masih diberikan kesempatan kalau itu ada progres dengan bukti progres misal mengirim foto bahan bangunan atau apa. Tapi kalau tidak juga dari 100 hari itu, dapur itu secara otomatis bisa didelet atau diganti,โ jelasnya.
Krisna menyebut mekanisme penggantian titik itu terjadi karena ada dapur yang tidak memperlihatkan progres setelah melewati batas waktu yang diberikan.
Baca Juga:
Polemik BEM Bersatu Meledak, Humas Unpam Tegaskan Kampus Tak Punya BEM
Menurut dia, AYS kemudian menawarkan calon pengganti untuk titik-titik SPPG yang dianggap tidak menunjukkan perkembangan.
โNah Pak Asep memasukkan dapur-dapur yang sudah 100 hari itu, yang tidak berprogres diganti oleh pak Asep. โPak itu udah 100 hari tuh Pak, ganti aja Pak saya carikan yaโ dicarikanlah oleh Pak Asep,โ beber Krisna.
Krisna menegaskan Sony tidak mengetahui apabila AYS memiliki kesepakatan bisnis tertentu dengan yayasan atau pihak lain yang dibantunya memperoleh titik SPPG.
Baca Juga:
Bikin Penasaran, Mbappe Ganti Selebrasi Ikonik dengan Gaya Tiup Seruling
Ia juga membantah tuduhan bahwa Sony menerima keuntungan pribadi dari aktivitas tersebut.
โTerkait Asep ada deal dengan yayasan atau orang-orang yang telah dibantunya, Pak Sony tidak tahu. Pak Sony bilang dia tidak pernah menerima apa pun dengan Asep, hanya sekadar perkawanan saja,โ ujar Krisna.
Menurut Krisna, AYS sebenarnya telah memiliki penunjukan titik SPPG sejak sebelum sistem portal pendaftaran mitra diberlakukan.