"Marko dan para wartawan di Karo masih penasaran karena kapolda belum mengungkapkan motif di balik pembakaran rumah wartawan miskin tersebut," tulis Dahlan.
Komjen Agung hanya menyampaikan bahwa motif pembakaran itu masih dalam penyelidikan dan akan dijelaskan kepada publik pada saatnya.
Baca Juga:
Bebas Ginting dan Yunus Tarigan Pelaku Pembunuh Wartawan di Karo Divonis Penjara Seumur Hidup
"Satu orang lagi kini masih dalam pemeriksaan," Dahlan mengutip ucapan Komjen Agung.
Dahlan menyebut Marko sendiri menduga satu orang yang masih dalam pemeriksaan itu adalah bos yang membayar juru bakar. Atau suruhan orang yang membayar.
"Bisa juga perantara dari perantaranya perantara orang yang membayar," lanjut Dahlan menggambarkan kecurigaan Marko.
Baca Juga:
Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Karo, 7 Bukti Elektronik Ungkap Keterlibatan TNI Koptu HB
Konon pembakaran itu sudah diatur agar tidak ada penghuni rumah yang selamat. Caranya: pertalite disiramkan di sekeliling rumah.
Toh, ukurannya hanya 3 x 4 meter. Bahkan, menurut Marko, hanya 2,5 x 4 meter. Api pun berkobar di segala arah. Setidaknya seisi rumah sulit bernapas dulu.
"Meski polisi masih perlu waktu menggali motif pembakaran itu para wartawan di Karo sudah memastikan: terkait dengan berita yang ditulis Rico habis-habisan soal judi, narkoba, dan para backing-nya," tutur Dahlan melalui esai tersebut.