WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu layanan bagi jemaah haji, seiring berlangsungnya proses transisi kelembagaan penyelenggaraan ibadah haji dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sekaligus mengantisipasi berbagai dinamika global yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan ibadah haji.
Baca Juga:
Kemenko PMK Perkuat Peran Car Free Day untuk Tingkatkan Aktivitas Fisik Masyarakat
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa tahun ini menjadi fase krusial untuk memastikan penyelenggaraan haji berjalan lebih optimal.
Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah Indonesia.
"Tahun ini adalah tahun pertama transisi dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah. Ini butuh pengawalan, dan kita harapkan ada peningkatan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kita semua mendukung Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan semaksimal mungkin," ujarnya dalam Rapat Tingkat Menteri Kesiapan Keberangkatan dan Layanan Jemaah Haji 1447 H/2026 M di Kantor Kemenko PMK, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga:
Wakapolda Jambi Kunjungi Polres Sarolangun, Tekankan Profesionalisme dan Respons Cepat Layanan Masyarakat
Ia menambahkan, secara umum kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah berada pada jalur yang tepat.
Meski demikian, pemerintah tetap mendorong peningkatan di sejumlah aspek krusial, seperti kualitas akomodasi, konsumsi, serta percepatan penyelesaian dokumen teknis, termasuk visa jemaah.
"Pada prinsipnya sudah siap, tetapi tetap perlu peningkatan pelayanan. Kualitas catering jangan menurun, distribusi harus terjaga, dan proses teknis seperti visa harus dipercepat," tegasnya.