WAHANANEWS.CO, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya tiga peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil).
Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah sekaligus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelatihan yang diterapkan dalam program tersebut.
Baca Juga:
Atalia Praratya Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi 2026 untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Diketahui, ketiga peserta merupakan bagian dari Program SPPI yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM).
Mereka dilaporkan meninggal dunia ketika menjalani rangkaian kegiatan Latsarmil yang menjadi salah satu tahapan dalam program tersebut.
TB Hasanuddin menilai materi pelatihan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tugas yang akan diemban para peserta setelah menyelesaikan program.
Baca Juga:
Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, Soroti Puluhan Ribu Peserta Tak Daftar Ulang
Menurutnya, calon pengelola koperasi seharusnya lebih banyak mendapatkan pembekalan terkait kemampuan manajerial dan pengelolaan organisasi.
“Kalau memang peserta dipersiapkan untuk jabatan manajerial di Koperasi Desa, maka fokus utama sebaiknya diberikan pada pelatihan manajemen koperasi saja, penguatan kapasitas organisasi, dan pelatihan teknis yang secara relevan,” kata TB Hasanuddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).
“Pelatihan militer cukup diberikan pada tingkat dasar dan terbatas saja,” sambung Mayjen TNI Purnawirawan itu.