Suharyanto menegaskan bahwa aspek kemanusiaan harus menjadi fokus utama dalam setiap langkah penanganan bencana.
"Khusus di titik ini dulu, saya ingin menyampaikan yang pertama yang harus ditangani, harus dilakukan penanganan yang maksimal adalah manusianya, orangnya," ungkap Suharyanto.
Baca Juga:
Hujan Lebat Picu Banjir di Jember, Karawang Masih Tergenang dan Karhutla Terjadi di Kalteng
Ia menjelaskan, meskipun terdapat 13 kepala keluarga (KK) di Desa Tempur yang rumahnya mengalami kerusakan akibat longsor, pemerintah daerah dapat memfasilitasi relokasi warga ke lokasi yang lebih aman.
Pemerintah daerah diharapkan menyiapkan lahan, sementara pembangunan rumah dapat dibantu oleh BNPB sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya.
"Jadi jangan berpikir kalau namanya BNPB itu bangun yang banyak-banyak. Tidak, satu dua rumah juga tidak apa-apa. Yang penting itu masyarakat," tambahnya.
Baca Juga:
Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah di Tapin, Banjir di Malang Mulai Surut
Pesan kedua yang disampaikan Kepala BNPB berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., memastikan semua kebutuhan warga terdampak Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Jepara terpenuhi, Jumat(16/1/2026).
BNPB telah menyalurkan berbagai bantuan logistik dan memastikan akan menambah bantuan apabila masih terdapat kekurangan di lapangan.