Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., meninjau lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Jumat(16/1/2026).
"Tunjukkan kepada rakyat bahwa pemerintah hadir. Tidak ada alasan. Apalagi di sana ada 3.500 jiwa, mungkin makan-minumnya tidak ada masalah, pakai sepeda motor, tapi ada kebutuhan-kebutuhan lainnya. Apalagi ada anak sekolah dan lain sebagainya, jangan terlalu lama," ungkap Kepala BNPB.
Baca Juga:
Sepekan Bencana: Kebakaran Hutan Meluas dan Cuaca Ekstrem Rusak Ratusan Rumah
Pada kesempatan tersebut, Suharyanto juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara, merupakan perintah langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Ia menyampaikan pesan belasungkawa dari Presiden kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana.
Kondisi rumah salah satu warga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, pada Jumat(16/1/2026).
Baca Juga:
BNPB Tinjau Banjir Kudus, Warga Harapkan Normalisasi Sungai Juwana
"Saya langsung diperintah Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk langsung datang ke Jepara. Pertama beliau menyampaikan ucapan belasungkawa dan turut berduka cita bagi seluruh masyarakat Jepara yang terdampak," ujar Suharyanto.
Rapat koordinasi penanganan tanah longsor di Kabupaten Jepara tersebut dilaksanakan setelah Kepala BNPB sebelumnya menemui warga terdampak bencana di Kabupaten Kudus.
Pada Sabtu (17/1/2026), Suharyanto dijadwalkan melanjutkan agenda rapat koordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) Kabupaten Pati sekaligus meninjau langsung lokasi terdampak bencana.