WAHANANEWS.CO, Jakarta - Suasana pagi di salah satu wilayah Kabupaten Serang, Banten, tampak penuh kehangatan. Warga berkumpul dengan wajah sumringah, menyambut kedatangan Anggota DPR RI Sarifah Ainun Jariyah (SAJ).
Sapaan ramah dan interaksi hangat terlihat tanpa sekat antara wakil rakyat dan masyarakat.
Baca Juga:
Program Bedah Rumah Diperkuat, DPR Dorong Perbaikan 400 Ribu RTLH per Tahun
Bagi Sarifah, kehadiran di tengah warga bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan bentuk kedekatan emosional yang ia bangun selama ini.
Ia menilai masyarakat bukan hanya sebagai konstituen, melainkan bagian dari keluarganya sendiri.
Dalam agenda reses yang cukup padat, politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan tersebut memilih untuk turun langsung ke lapangan.
Baca Juga:
Esti Wijayanti Ingatkan Negara: Tak Boleh Ada Anak Indonesia Putus Sekolah
Ia menyapa warga satu per satu, membuka ruang dialog, serta mendengarkan berbagai keluhan dan harapan masyarakat secara langsung.
Mulai dari persoalan ekonomi rumah tangga, kebutuhan modal usaha kecil, hingga keinginan sederhana agar wakil rakyat tetap hadir dan peduli terhadap kondisi mereka.
“Kalau saya sih, konstituen itu keluarga, family, saya nggak pernah menyebut mereka tim pendukung, selalu saya sebut mereka adalah keluarga besar Sarifah Ainun Jariyah karena ketika mereka memberi kepercayaan kepada saya, berarti mereka menjadi keluarga saya seperti itu,” ujar Sarifah saat ditemui di daerah pemilihannya, Serang, Banten, Rabu (29/04/2026).
Sarifah menegaskan bahwa hubungan dengan masyarakat tidak seharusnya dibangun hanya saat momen politik seperti pemilu.
Ia meyakini bahwa ketulusan, konsistensi kehadiran, dan aksi nyata jauh lebih penting dibandingkan sekadar janji atau pencitraan.
Oleh karena itu, setiap program dan bantuan yang ia perjuangkan tidak pernah ia niatkan sebagai alat untuk meraih dukungan politik.
“Saya memang tidak menjemput mereka memilih. Tapi bagian dari keluarga besar SAJ,” katanya sambil tersenyum.
Selama kunjungan reses di berbagai titik, Sarifah mengaku menemukan pola yang sama di tengah masyarakat.
Menurutnya, warga tidak menuntut hal yang berlebihan. Mereka hanya ingin didengar, diperhatikan, dan merasakan kehadiran nyata dari wakil yang mereka pilih.
Kehadiran langsung tersebut menjadi bentuk penghargaan tersendiri bagi masyarakat.
“Kalau saya sih, sebenarnya kalau masyarakat itu juga mereka tuh nggak muluk-muluk ya. Ketika kita mau turun langsung, bertemu langsung, mereka tuh kan pasti bisa melihat oh mana yang tulus, mana yang benar-benar berjuang,” jelas Anggota Komisi I DPR RI itu.
Bagi Sarifah, masa reses memiliki makna lebih dari sekadar agenda rutin kedewanan.
Ia melihatnya sebagai momentum penting untuk kembali menyerap aspirasi secara langsung dan memahami kondisi riil masyarakat.
Interaksi langsung ini dinilainya jauh lebih bermakna dibanding hanya membaca laporan administratif.
“Yang pasti itu senang banget, gitu. Karena reses ini adalah saat saya bertemu langsung dengan konstituen saya. Kan nggak setiap saat. Jadi memang ketika waktu reses itu bener-bener saya manfaatkan untuk bertemu langsung, untuk mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi dari para konstituen saya,” tuturnya.
Ia juga meyakini bahwa kepercayaan masyarakat tidak datang begitu saja, melainkan tumbuh dari tindakan nyata.
Ketika wakil rakyat hadir di lapangan, melihat langsung kondisi masyarakat, serta memberikan bantuan sesuai kebutuhan, maka hubungan emosional akan terbentuk secara alami.
“Nah, ketika para anggota DPR RI turun ke lapangan, melihat langsung, memberikan bantuan langsung apa yang menjadi kebutuhan mereka, otomatis mereka akan merasa oh ternyata mereka peduli gitu kepada kita,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Banten II, Sarifah mengaku merasakan kepuasan batin setiap kali dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Baginya, kebahagiaan terbesar bukan berasal dari jabatan, melainkan dari dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga.
“Ini memberikan yang sebenarnya tidak bisa dinilai dengan uang gitu, jadi ada perasaan puas, bangga, senang ternyata kita dipilih oleh masyarakat, kita bisa membawa manfaat yang lebih baik untuk masyarakat,” ungkapnya.
Di sela-sela kegiatannya menyusuri kampung dan berinteraksi dengan warga, Sarifah terus memegang prinsip sederhana dalam perjalanan politiknya, yakni menjaga kedekatan dengan masyarakat layaknya hubungan dalam sebuah keluarga.
“Dimanapun saya jalan, saya selalu menganggap ini adalah keluarga saya, keluarga besar Sarifah Ainun Jariyah,” pungkasnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]