"Ternyata ada mencantumkan logo Pemkot, padahal tidak ada anggaran atau fasilitasi dari Pemkot," ungkapnya.
"Tidak ada kerja sama. Pihak EO swasta, saya juga nggak kenal," sambung Pilar.
Baca Juga:
IHSG Bangkit Setelah Enam Bulan Melemah, Data Ekonomi dan The Fed Jadi Penentu Arah
Sebelumnya, acara fun walk and run di Tangerang Selatan menjadi sorotan setelah video protes peserta viral di media sosial pada Minggu (2/8/2026). Dalam video tersebut, seorang peserta menyampaikan kekecewaannya menggunakan mikrofon dan menyatakan akan menempuh jalur hukum atas penyelenggaraan acara tersebut.
Orang tua peserta, Ramses, mengungkapkan peserta mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB, namun merasa ada kejanggalan karena tidak menemukan panitia penyelenggara di lokasi.
"Peserta berdatangan untuk start di jam 06.00 WIB, namun sudah timbul kecurigaan ketika tidak ada tanda panitia lomba satu pun, yang ada hanya bike marshall," kata Ramses.
Baca Juga:
Sumatera Barat Diguyur Hujan 126 Mm per Hari di Tengah El Nino Kuat, Ini Penjelasan BMKG
Ia menambahkan para peserta yang berhasil mencapai garis finis tidak langsung menerima medali karena panitia menyampaikan medali masih dalam perjalanan dari Bandung.
Banyak peserta yang akhirnya memilih meninggalkan lokasi akibat kecewa. Sekitar pukul 09.00 WIB, sebuah kendaraan berpelat Bandung tiba membawa sekitar 900 medali finisher yang kemudian dibagikan kepada peserta yang masih bertahan di lokasi.
"Akhirnya sebagian peserta pulang. Jam 09.00 WIB datang mobil pelat Bandung membawa medali finisher infonya sejumlah 900-an dan membagikan kepada peserta yang masih ada di lokasi," ujarnya.