2. Menargetkan Nihil Kasus Keracunan dalam 100 Hari
Keselamatan anak harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan MBG. Tingginya angka kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program menjadi alarm serius bahwa tata kelola keamanan pangan masih memerlukan perbaikan mendasar.
Baca Juga:
Beli 50 GB dan Sisa 24 GB Tiba-tiba Hilang, YLKI Sebut Konsumen Banyak Dirugikan
YLKI meminta Kepala BGN yang baru menetapkan target ambisius namun terukur, yakni nihil kasus keracunan dalam 100 hari pertama kerja. Target tersebut harus didukung dengan penguatan pengawasan, peningkatan standar keamanan pangan, audit berkala terhadap dapur MBG, serta sistem mitigasi risiko yang lebih efektif.
Sebagai kelompok konsumen yang rentan, anak-anak berhak mendapatkan perlindungan yang lebih tinggi dibanding kelompok konsumen lainnya.
3. Transparansi Total Pengelolaan SPPG dan Dapur MBG
Baca Juga:
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik Lagi, YLKI Desak Transparansi Fuel Surcharge
Menurut YLKI, publik berhak mengetahui siapa pengelola SPPG, siapa pihak yang mengoperasikan dapur MBG, serta bagaimana proses penunjukan dan pengawasannya dilakukan.
Transparansi diperlukan untuk mencegah konflik kepentingan dan menghilangkan persepsi bahwa program MBG hanya menguntungkan kelompok tertentu yang memiliki akses terhadap kekuasaan.
YLKI mendorong BGN membuka data pengelolaan SPPG secara transparan serta membatasi dominasi kepemilikan dapur oleh satu yayasan atau kelompok tertentu agar program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi tidak berubah menjadi arena perburuan rente ekonomi.