4. Jangan Mengejar Kuantitas, Utamakan Kualitas
Pemerintah menargetkan sekitar 32.000 SPPG beroperasi pada tahun 2026 untuk melayani sekitar 82 juta penerima manfaat. Namun, YLKI mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak dapat diukur semata-mata dari jumlah dapur yang dibangun atau jumlah penerima manfaat yang terlayani.
Baca Juga:
Beli 50 GB dan Sisa 24 GB Tiba-tiba Hilang, YLKI Sebut Konsumen Banyak Dirugikan
Yang lebih penting adalah dampak nyata program terhadap perbaikan status gizi anak, penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan, serta peningkatan kemampuan belajar peserta didik.
Selama ini, pemerintah dinilai lebih banyak menyampaikan capaian kuantitatif dibandingkan hasil nyata yang dirasakan oleh penerima manfaat.
5. Menyediakan Trauma Healing bagi Korban Keracunan
Baca Juga:
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik Lagi, YLKI Desak Transparansi Fuel Surcharge
YLKI menilai kasus keracunan tidak dapat dianggap selesai hanya karena korban telah dinyatakan sembuh secara medis. Anak-anak yang pernah mengalami keracunan akan kembali menerima makanan dari program MBG setiap hari selama masa pendidikan mereka.
Karena itu, diperlukan program pendampingan psikologis atau trauma healing bagi korban dan keluarganya guna mengantisipasi munculnya rasa takut, kecemasan, maupun penolakan terhadap makanan yang disediakan program MBG.
Perlindungan konsumen, menurut YLKI, tidak hanya menyangkut kerugian fisik, tetapi juga dampak psikologis yang dapat muncul akibat pengalaman buruk yang dialami konsumen.