"Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," kata Setyo Budi Hartanto, Senin.
Setyo menilai pencapaian para atlet akan menjadi modal berharga dalam mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Baca Juga:
Wakil Ketua DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Pencabulan Anak di Tanjungbalai, Guru ASN Diminta Disanksi Jika Terbukti
Selain itu, kejuaraan dunia di Meksiko merupakan uji coba terakhir sebelum skuad Indonesia melanjutkan persiapan menuju Nagoya, Jepang.
"Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti," ujar Setyo Budi.
Salah satu sorotan utama datang dari atlet lempar cakram F57, I Kadek Dwi Purwana Yasa.
Baca Juga:
Kabur ke Martapura, Polres Kerinci Bekuk Empat Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Lintas Provinsi
Atlet asal Indonesia itu sukses mencatatkan lemparan sejauh 48,68 meter yang sekaligus memecahkan rekor dunia sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos.
Capaian tersebut menjadi salah satu momen paling bersejarah bagi Indonesia dalam kejuaraan kali ini.
Meski berhasil mencetak sejarah, Kadek mengaku tidak pernah membayangkan mampu memecahkan rekor dunia saat turun bertanding.