Ia menegaskan bahwa tanpa jaminan keamanan, federasi akan kesulitan menunjuk wasit untuk memimpin pertandingan di berbagai kompetisi.
"Jika kita tidak bisa menjamin keselamatan wasit, bagaimana kita menunjuk wasit? Kemudian, jika wasit selalu di bawah tekanan, bagaimana kita berharap mereka memberikan keputusan yang tepat atau sesuai harapan? Artinya kita harus melindungi wasit kita," tegasnya.
Baca Juga:
Old Star Tanjung Enim Bukit Asam Juara U-42 Kapolres Cup Pagar Alam 2025
Salah satu insiden terbaru terjadi dalam pertandingan Super League antara Malut United melawan PSM Makassar pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam laga tersebut, wasit Thoriq Alkatiri menjadi sasaran kekerasan setelah menganulir gol David da Silva karena dianggap terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta.
Usai peluit panjang dibunyikan, Thoriq bersama dua asisten wasit mencoba meninggalkan lapangan menuju lorong stadion namun dihadang sejumlah ofisial serta suporter Malut United yang memprotes keras keputusan tersebut.
Baca Juga:
Wakil Bupati Paluta Resmi menutup turnamen sepak bola Elang Sakti.
Situasi semakin memanas ketika salah satu oknum suporter memukul Thoriq menggunakan sehelai kain saat kerumunan mengerubunginya.
Wasit berusia 37 tahun itu sempat terhuyung akibat pukulan tersebut sebelum akhirnya steward yang mengawal membantu menstabilkan tubuhnya agar bisa segera keluar dari area stadion.
Ogawa menyayangkan keras kejadian tersebut karena Komite Wasit PSSI selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas perwasitan di kompetisi nasional.