Ia juga memiliki rekam jejak politik yang relatif baik.
Satu catatan penting tentang Sabam adalah soal kedekatannya dengan Megawati Soekarnoputri.
Baca Juga:
Ikuti Langkah Jokowi, Maruarar Sirait Pamit dan Kembalikan KTA ke PDIP
Jika tak ada Sabam, barangkali kita tidak akan melihat sosok Megawati di panggung politik nasional.
Sampai dengan 1987, masyarakat tidak pernah mendengar nama Megawati.
Cornelis Lay, dalam pengantar buku Sabam Sirait, Berpolitik bersama 7 Presiden, menjelaskan mengapa Sabam Sirait bisa demikian sebagai politisi: loyal pada prinsip, lentur dalam bermanuver.
Baca Juga:
Rekam Jejak Bagus, Sabam Sirait Dinilai Layak Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Ya, Sabam memiliki political wisdom: tak mudah patah memperjuangan prinsip sekaligus bisa berdamai dengan real politic yang membutuhkan kompromi.
Memakai bahasa kitab suci Kristiani yang menjadi keyakinan Sabam Sirait, ia menghidupi imperatif Yesus Kristus: hidup cerdik seperti ular namun tulus seperti merpati.
Kombinasi kecerdikan dan ketulusan itulah yang membuatnya berhasil mewarnai kancah politik nasional melalui keterlibatannya dalam peristiwa-peristiwa politik penting di republik ini.