Padahal, yang dipertaruhkan bukan hanya hubungan Amerika–Eropa, tetapi kepercayaan global terhadap kepemimpinan Barat.
Hal yang sering terlupa dalam wacana ini adalah suara warga Greenland. Jajak pendapat menunjukkan mayoritas besar menolak menjadi bagian dari Amerika Serikat.
Baca Juga:
Trump Buka Suara soal Nasib Pilot Helikopter AS yang Jatuh di Hormuz
Mereka bukan pion dalam papan catur geopolitik, melainkan masyarakat dengan hak menentukan masa depan sendiri. Mengabaikan kehendak itu berarti mundur jauh dari prinsip demokrasi yang selama ini diklaim sebagai nilai utama.
Greenland bukan lahan kosong yang menunggu dimiliki, dan dunia bukan katalog properti. Ambisi besar tanpa kendali hanya akan meninggalkan jejak ketegangan dan ketidakpercayaan.
Dalam konteks ini, keinginan Trump atas Greenland bukan hanya terlalu jauh. Ia sudah melampaui batas kewajaran diplomasi modern.
Baca Juga:
Trump Murka, Sebut yang Bilang AS Tak Menang Lawan Iran sebagai Pengkhianat
*) Penulis adalah Wakil Pemimpin Redaksi WAHANANEWS.CO
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.