Dokumen perkara menyebut aset kripto yang diketahui Yaroch melalui pekerjaannya tersebut kemudian dipindahkan ke akun yang berada di bawah kendalinya.
"Yaroch mentransfer aset kripto tersebut ke akun pribadinya," demikian disebutkan dalam dokumen yang menjadi dasar perkara.
Baca Juga:
FBI Turun Tangan: Sindikat Love Scamming Rp41,1 Miliar di Solo Raya Ternyata Bidik Ratusan Warga AS
Perbuatan tersebut akhirnya terungkap dan membuat FBI mengambil tindakan terhadap salah satu personelnya sendiri.
FBI langsung memecat Yaroch setelah dugaan pelanggaran tersebut diketahui sebelum mantan agen itu kemudian ditangkap pada pekan lalu.
Yaroch menghadapi dakwaan yang antara lain mencakup pengangkutan barang curian melintasi batas negara bagian serta penerimaan barang curian.
Baca Juga:
Trump Ada di Lokasi, Penembakan Dekat Gedung Putih Bikin Panik Washington
Salah satu bagian mencolok dalam kasus tersebut terjadi sekitar satu bulan sebelum penangkapan ketika sejumlah agen FBI mendatangi kediaman Yaroch untuk melakukan interogasi.
Penyelidikan kemudian menemukan jejak digital yang menunjukkan Yaroch sempat menggunakan ChatGPT untuk mencari informasi mengenai kemungkinan meninggalkan Amerika Serikat dengan membawa uang dalam jumlah besar.
"Kalau kamu punya setumpuk uang sekitar 1 juta dolar AS dan ingin meninggalkan Amerika Serikat untuk jadi penduduk atau warga negara di sebuah negara Uni Eropa, apa yang akan kamu lakukan?" demikian pertanyaan Yaroch kepada ChatGPT berdasarkan informasi yang terungkap dalam kasus tersebut.