Pembahasan tersebut mencakup kemungkinan membatasi akses luar negeri terhadap model AI paling canggih yang dikembangkan perusahaan-perusahaan China.
Model kecerdasan buatan yang belum diluncurkan kepada publik juga disebut masuk dalam cakupan teknologi yang sedang dipertimbangkan untuk mendapatkan perlindungan lebih ketat.
Baca Juga:
Airlangga Tandatangani Perjanjian Pendirian WAICO, RI Masuk Organisasi AI Dunia
Kementerian Perdagangan China dilaporkan telah berkonsultasi dengan perusahaan AI dan produsen chip domestik mengenai mekanisme untuk mencegah teknologi paling maju buatan China jatuh ke tangan pihak Barat.
Konsultasi tersebut turut membahas langkah menjaga perusahaan rintisan teknologi unggulan China agar tidak mudah diakuisisi perusahaan atau investor Barat.
Perhatian Beijing tidak hanya diarahkan terhadap kepemilikan perusahaan teknologi, tetapi juga menyasar data dan komponen penting yang menjadi fondasi pengembangan kecerdasan buatan.
Baca Juga:
Tak Hanya Banjir, China Kini Diteror 900 Ular Berbisa yang Lepas dari Peternakan
Kementerian Perdagangan China disebut telah berdiskusi dengan Alibaba, ByteDance, dan Zhipu mengenai kemungkinan pembatasan transfer data penting untuk pelatihan model AI ke luar negeri.
Pemerintah juga mempertimbangkan pembatasan agar pengguna asing tidak dapat dengan mudah mengunduh model weights atau bobot model dari sistem AI canggih buatan China.
Model weights merupakan parameter yang terbentuk selama proses pelatihan dan menjadi salah satu komponen penting yang menentukan kemampuan sebuah model kecerdasan buatan.