Namun, seluruh rencana pembatasan itu masih berada dalam tahap pembahasan sehingga belum menjadi kebijakan final pemerintah China.
Regulator Beijing masih mempertimbangkan berbagai masukan dari perusahaan dan pelaku industri sebelum menentukan bentuk aturan yang akan diterapkan.
Baca Juga:
Airlangga Tandatangani Perjanjian Pendirian WAICO, RI Masuk Organisasi AI Dunia
Financial Times juga melaporkan pendekatan serupa dapat diterapkan terhadap proses akuisisi teknologi strategis oleh pihak asing.
Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah agentic AI atau sistem kecerdasan buatan yang mampu merencanakan dan menjalankan rangkaian tindakan secara lebih mandiri.
Jika kebijakan tersebut diberlakukan, persaingan teknologi AS-China berpotensi memasuki fase baru ketika kedua negara sama-sama menggunakan kontrol terhadap AI, chip, data, dan kekayaan intelektual sebagai instrumen strategis.
Baca Juga:
Tak Hanya Banjir, China Kini Diteror 900 Ular Berbisa yang Lepas dari Peternakan
Pertarungan teknologi global pun berpotensi bergeser dari dominasi pembatasan Amerika terhadap China menjadi persaingan dua arah untuk mempertahankan teknologi paling maju yang dimiliki masing-masing negara.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.