Pembatasan terhadap komponen tersebut memungkinkan China menawarkan layanan AI kepada pengguna global tanpa harus memberikan akses penuh terhadap teknologi inti di balik modelnya.
Persaingan teknologi kedua negara kini juga merambah industri semikonduktor yang selama beberapa tahun menjadi salah satu medan utama rivalitas Washington dan Beijing.
Baca Juga:
Airlangga Tandatangani Perjanjian Pendirian WAICO, RI Masuk Organisasi AI Dunia
Pemerintah China dilaporkan meminta masukan mengenai kemungkinan aturan yang dapat mencegah produsen chip luar negeri memproduksi semikonduktor canggih berdasarkan desain perusahaan China.
Produsen chip global seperti Qualcomm dan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company atau TSMC turut disebut dalam pembahasan mengenai potensi aturan tersebut.
Pembatasan tersebut dapat mencakup desain semikonduktor canggih yang dikembangkan perusahaan teknologi China seperti Huawei, Alibaba, dan ByteDance.
Baca Juga:
Tak Hanya Banjir, China Kini Diteror 900 Ular Berbisa yang Lepas dari Peternakan
Jika diterapkan, kebijakan itu berpotensi mengubah hubungan perusahaan teknologi China dengan produsen semikonduktor global yang selama ini menjadi bagian penting rantai pasok industri teknologi.
Perubahan posisi China dalam perlombaan teknologi sebenarnya mulai terlihat ketika model AI domestiknya mampu mempersempit kesenjangan dengan perusahaan Amerika.
Pendiri Nvidia Jensen Huang sebelumnya juga berulang kali mengingatkan bahwa kemampuan teknologi China tidak dapat dipandang sebelah mata dalam persaingan AI global.