Meski demikian, Heru menilai keberhasilan teknologi pengolahan sampah tidak hanya bergantung pada mesin. Pemilahan sampah sejak dari rumah tetap menjadi faktor penting karena biaya pemilahan yang tinggi masih menjadi tantangan utama.
Ia mengatakan kolaborasi antara teknologi dan sistem pengelolaan sampah yang baik menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Baca Juga:
Pemkot Balikpapan Bentuk Tim Investigasi Penyalahgunaan Solar Subsidi Pemicu Antrean Kendaraan Panjang
"Teknologi Fastpol Petasol yang sudah tervalidasi bertemu dengan pegiat lingkungan seperti KSM Pilah Berkah yang memberi layanan paripurna, semua sampah terpilah diangkut. Hal ini didukung data base realtime menjadi kekuatan untuk manajemen sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ucap Heru.
Dari sisi kualitas, BRIN mengklaim Petasol memiliki performa pembakaran yang bahkan melampaui standar solar pada umumnya.
Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN Edi Hilmawan menjelaskan, hasil pengujian menunjukkan Petasol memiliki angka setana (cetane number) sebesar 51. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan standar solar yang umumnya berada di kisaran 48.
Baca Juga:
Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polri atas Komitmen Penegakan Hukum ke Penyalahgunaan BBM & LPG Subsidi
"Angka setana menjadi indikator kualitas pembakaran pada bahan bakar diesel. Petasol memiliki angka cetane 51 sehingga kualitas pembakarannya tergolong sangat baik," jelas Edi.
Meski demikian, BRIN masih terus melakukan penyempurnaan agar seluruh parameter bahan bakar dapat memenuhi standar yang berlaku, termasuk terkait berat jenis dan aspek regulasi.
"Pada prinsipnya ini aman digunakan untuk kendaraan," lanjutnya.